Filed under: Food and Drink
Kemarin, Senin
26 Agustus 2008, kami pergi bersama Bang Supian ke Pantai Batu Feringghi.
Berangkat petang sekitar pukul 05:00 p.m dari rumah kami di Taman Bukit Gambir.
Ya, kami memang sama-sama tinggal di satu lokasi, hanya berbeda lantai. Dengan
menggunakan kereta(mobil) Proton Waja milik Bang Supian, kami meluncur dengan nyaman dan menyenangkan.
Menyenangkan,
pastinya, karena saya jadi makin tahu wajah Penang yang lain, tidak hanya di
sekitaran USM saja. Sebelum ke tujuan awal, kami mampir ke pasar tradisional
Chorasta, rencananya kami mencari ulekan(ciri+muthu) atau orang Malay bilang
lesung. Saya dan suami saja yang keliling mencari, sedang Bang Supian menunggu
saja di kereta sambil melakukan kegemarannya, yaitu merokok.
Sayangnya,
lama kami putar-putar, keliling pasar, tidak juga mendapatkan. Memang kemarin
kami kesorean, jadi sudah banyak pedagang yang tutup. Kami pun lalu menuju ke
semacam market yang berada pas di depan pasar Chorasta, Mydin namanya. Kami masuk,
tetapi lagi-lagi tidak juga kami temukan yang namanya lesung. Pikir kami, yang
penting nyarilah, dapat atau tidak itu urusan nanti. Memang, tanpa barang itu,
kami jadi tdak dapat masak sesuai dengan selera, padahal jika beli di luar,
tentu rasa masakannya berbeda dengan lidah kita. Sebab saya ingin masakan yang
biasa saya makan sewaktu di Jogja, masakan ibu yang bagi saya sangat nikmat
tiada terkira. Misalnya saja; Sop Bakso Tahu, Sop Tahu Isi daging, Soto Madura,
Sambal Goreng hati, pokoknya macam-macamlah masakan ibu yang super duper lezat
itu. Lalu yang menghalangi saya merasakan semua masakan itu adalah ketiadaan
lesung tersebut, tanpanya, mana bisa membuatnya, kalau pakai blender, rasanya
berbeda, tidak selezat pakai lesung.
Repot
memang, tapi ya gimana lagi, memang saya harus menahannya. Lalu kami
melanjutkan perjalanan ke Batu Feringghi, jalannya berkelok-kelok, tapi syukur
baby Zough dalam rahim saya tidak rewel. Anak manis memang dia, sebab setiap di
luar rumah, dia tidak membuat saya mual. Kira-kira setengah jam kemudian kami
sampai di tempat tujuan. Tapi kami tidak sampai bermain air laut, melainkan
makan di restoran The Ship, namanya juga The Ship, jadi
bentuknya-pun kapal, dan semua waitres-nya berpakaian ala anak buah
kapal. Pengunjungnya sedikit, hanya orang-orang tertentu saja memang,
kebanyakan mereka touris barat. Seperti pelayanan di restoran-restoran
ala hotel lainnya, bagi saya sama saja. Yang membedakan hanya lokasinya saja,
sebab dia berada di pinggir pantai, jadi kita dapat sekalian menikmati deburan
ombak lembut.
Pemilihan
tempat nongkrong yang asyik memang, sebab dari dalam kami dapat melihat
laut yang ada tepat di belakang restoran. Kami pun pesan makan, ternyata selera
kami sama, sebab kami sama-sama pesan steak. Makan malam yang cukup indah,
bukan?
Lumayan lama
kami berada di situ, sambil ngobrolin segala macam pengalaman kami
masing-masing. Tak terasa masuk waktu maghrib, lalu kamipun beranjak keluar
untuk mencari masjid terdekat, menyembah dan berterima kasih pada yang Maha
Memberi Kenikmatan. Gerimis mengguyur Batu Feringghi, tapi memang tidak terlalu
besar, tapi cukup membasahi bumi dan penghuninya.
Setelah
sholat, kamipun beranjak pulang, karena tidak mungkin gerimis begitu kami ke
pantai. Bang Supian memang menawarkan kami untuk jalan-jalan di sekitar situ,
sebab ada banyak orang jualan bermacam-macam cendera mata hingga baju. Suami
yang tadinya akan beli CD, tidak jadi sebab khawatir saya kelelahan. Akhirnya
kami langsung pulang saja, perjalanan yang nyaman, tertawa dan becanda. Setelah
memasuki lingkungan USM, Bang Supian mengajak kami singgah sebentar di restoran
India, Istimewa, tempat biasa kami duduk-duduk menikmati sore. Katanya minum
hangat dulu, supaya sampai di rumah saya tidak perlu buatkan suami minum
hangat. Ha..ha..? ada-ada saja. Padahal biasanya justeru saya yang dibuatkan
minum oleh suami, ya, suami saya memang sangat perhatian, apalagi sejak saya
hamil, makin perhatiannya.
Okay, setelah minum lalu kami pulang.
Thank’s for
Bang Supian, The Ship Restoran and Batu Feringghi.
See u..
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>