Nasi Lemak Lantai 8
Tuesday August 05th 2008, 6:21 am
Filed under: Food and Drink

Allow…
Penang panas
nech, bahkan sudah sejak semalam.
Tapi seneng juga sech.., sebab cucian bisa
cepat kering. Beberapa hari ini kondisi badan kurang enak, entah karena apa
saya sendiri juga bingung. Padahal makan dan istirahat sudah cukup, bahkan
lebih. Tapi gak papa, yang penting tidak sakit yang berlebihan, hanya kurang
enak saja. Mungkin ada faktor lain yang membuat saya seperti ini, tetapi saya
belum berani memastikannya, sebab belum cek ke dokter ataupun pakai testpack.
Makanya, meski tidak enak badan tetapi saya merasa
bahagia, sebab sedang menanti kepastian akan adanya generasi penerus kami.
Tentunya ini hal yang sangat menggembirakan kami, pasalnya sudah 2,5 tahun kami
menikah belum juga dikaruniai anak. Semoga kali ini kami diberkahi dan
diberi-Nya anak yang sempurna jasmani dan rohani, serta soleh ataupun solehah.
Amin Yaa Rabbal’alamiin.

Nasi Lemak Tetangga
Tadi pagi saya kembali merasakan ketidak pastian kondisi
tubuh, tidak jelas apa yang dimau. Akhirnya suami punya ide membeli nasi lemak
di bawah. Sebenarnya sudah lama dia ingin mencicipi nasi khas Malaysia yang
dijual oleh Mak Cik itu, tetapi baru tadi pagi kesampaian. Kata Pak Stenly, kawan
suami yang tinggal di lantai 15, Mak Cik itu tetangga kami, dia juga tinggal di
lantai 8, hanya katanya nomor 5, kalau kamikan nomor 15. Tentu Pak Stenly tahu,
sebab ternyata dia sudah berlangganan setiap pagi membeli nasi lemak untuk
sarapan dia dan keluarganya. Ya, nasi lemaknya cukup enak, memang beda dengan
yang kami beli di Khaleel, restoran India itu. Maklum, namanya juga nasi lemak
buatan orang Melayu, pastinya donk beda dengan buatan orang India. Buatan Mak
Cik nasi lemaknya terdiri dari nasi, kuah sayur merah dan ikan gembung. Jika di
Khaleel, nasi, kuah kari, teri, dan telur rebus setengah. Salah satu yang
membedakan rasa adalah jenis kuahnya.

Benar juga ide suami, setelah makan nasi lemak terasa
agak nyaman badan ini. Padahal sebelumnya perut sudah terasa penuh, tapi maunya
memang makan terus, nafsu makan bertambah. Beruntung tidak inginkan makan yang
aneh-aneh.

Bayar Sewa Rumah
Hari ini rencananya suami akan bayar sewa rumah dan
listrik, kalau istilah di Malaysia elektrik. Ya, tentunya setiap bulan kami
mengeluarkan uang untuk membayar semua itu, rumah, listrik/elektrik, dan air.
Seperti halnya para penghuni yang lain. Hanya memang tagihan air bulan ini
belum datang, jadi kami belum bayar. Biasanya semua tagihan yang datang masuk
dalam kotak pos yang tersedia di lantai dasar di pinggir tepat ke arah pintu
keluar, di situlah letak kotak surat berada bagi setiap rumah. Setiap kotak
memiliki kunci dan nomor sesuai dengan nomor rumah, dan tentunya hanya penyewa
rumah yang sesuai dengan nomor kotak yang boleh membukanya.

Maklum, namanya juga hidup di negeri orang, jadi sewa
rumah adalah jalan biasa. Kawan-kawan suami yang juga mengambil S3 di USM juga
demikian, ada juga masyarakat Malaysia asli yang tinggal di kawasan kami.
Masyarakat sini memang sepertinya lebih suka tinggal di rumah susun, apartemen,
ataupun kondominium dan sejenisnya. Mungkin mereka pikir itu lebih praktis,
ketimbang tinggal di suatu pemukiman atau desa atau juga perumahan. Meskipun
tentunya ada banyak masyarakat yang tinggal di desa atau juga perumahan.

Setiap
tanggal 5 kami membayar sewa rumah, dengan cara mentransfer uang lewat bank ke
nomor rekening pemilik rumah. Makanya, kamipun tidak pernah kenal pemilik rumah
sewa kami, sebab pembayaran dilakukan lewat rekening, paling hanya tahu nama
dan alamat rumahnya saja. Maklum, kita sudah hidup di zaman yang serba mudah.

Okay,
rasanya sekian dulu ah…
Sudah mulai
ngantuk dan lemas lagi nech, padahal ini baru menjelang siang, sebab baru pukul
10.07 a.m. Tapi saya harus menuruti keinginan ini sebab kalau tidak bisa-bisa
saya sakit seperti kemarin. See u..





     
No Comments so far



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(required)

(required)