Idul Fitri 1429 H
Thursday September 25th 2008, 6:33 am
Filed under: Uncategorized

Penang, 25 September ‘08

Kurang lebih seminggu lagi lebaran, saya mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan kenikmatan hidup dan umur panjang. Meskipun lebaran kali ini kami di negeri orang, tapi itu tidak membuat kami bersedih hati, pasalnya kami diberi keindahan lain oleh Allah, yaitu menjalani lebaran ini bersama anak dalam rahim saya. Kalau tahun lalu kami berdua, sekarang kami bertiga meski dia belum menikmati udara bumi, tapi kami merasakan kehadirannya.

Jangan pernah berkata kalau Allah tidak adil, sebab Dia tahu mana yang terbaik untuk umat-Nya. Rezeki yang Dia berikan pada kami ini sangat besar dan sangat berarti bagi kami. Do’a kami terkabulkan saat pernikahan kami memasuki usia 2,5 tahun. Cukup lama bukan? Pastinya saat-saat itu saya sangat takut tidak dapat memiliki keturunan, tapi suami selalu memberikan semangat dan yakin kalau kami akan memilikinya, sebab dalam sejarah keluarga kami tidak ada yang tidak memiliki keturunan. Bahkan anak nenek kami banyak, ibu kamipun tidak hanya memiliki 1 anak tapi lebih. Jadi apa yang harus saya risaukan? Apalagi kondisi kesehatan kami baik-baik saja. Menurut suami, tidak ada halangan untuk kami punya anak, hanya kami harus bersabar, sebab Allah yang menentukan saatnya.

Benar apa kata suami, mungkin bagi Allah sekarang ini waktu yang sangat tepat untuk kami memiliki anak. Sekarang kehamilan saya sudah berumur 3bulan, perut ini mulai agak membesar, meski belum sangat nampak jika dilihat dari luar baju saya. Hanya pada bagian pinggang celana saya mulai terasa sesak. Bahkan ibu saya penasaran ingin melihat saya saat hamil. Ibu minta dikirim foto saya saat hamil. Ya maklumlah, inikan cucu pertamanya, pastinya beliau sangat bahagia. Keluarga kami memang heboh dengan apa saja yang kami alami. Bahkan kami seakan “artis“ dalam keluarga, sebab semua ingin tahu tentang kami. Ya, pastinya kami sangat bersyukur, sebab memiliki keluarga yang mendukung dan sangat sayang. Mulai dari keluarga saya di Jogja, Semarang hingga keluarga suami di Madura. Bahkan suami sempat iri, sebab setiap dia telfon ibunya, yang pertama ditanyakan ibu adalah kondisi saya,hehe?

Bagi kami, lebaran kali ini memberikan kenikmatan yang hakiki, meskipun jauh dari orang tua dan saudara-saudara kami. Tapi tidak mengapa, sebab nanti saat anak kami sudah cukup usia untuk naik pesawat, kami akan membawanya pada komunitas yang penuh dengan kasih sayang, yaitu keluarga kami. Anak kami memiliki banyak eyang, di Jogja ada Datuk ama Datin, di Semarang ada Oma ama Opa juga eyang buyut kakung dan uti, bedanya kalau di Madura hanya ada embah uti-nya sebab bapak suami sudah meniggal. Belum lagi uncle ama tante-nya yang super banyak dan pastinya heboh semua tanpa kecuali, di Jogja ada tante Hanny dan Ana juga uncle Sultan dan Gamma, di Semarang ada uncle Ipank, W-one, dan Denny juga tante kecilnya, Silvy. Dan di Madura, dia punya (Bu-dhe Nur, Pak-dhe Zain) (uncle Syarif dan tante Naf’ah). Oya, si baby ini juga punya kakak sepupu, keponakan suami yang setakat ini baru simanja ini seorang, anak mbak kami, mbak Nur, Dini Syahadatina namanya.

Senang memang kalau ngomongin keluarga, meski efeknya jadi makin kangen?he..he..? I love u all.. emmmmmuuuuaaaacccchhhh….!

Minal A’idzin wal Fa’idzin, Mohon maaf lahir dan batin.



Kontrol Dadakan
Monday September 22nd 2008, 7:41 am
Filed under: Uncategorized

Kontrol Dadakan

Pada tanggal 18 September 2008 yang lalu, kami kedatangan tamu. Kehadiran mereka benar-benar tidak kami duga, 3 orang nurse dengan berpakaian lengkap kebesaran mereka, bersiap untuk mengontrol saya dan baby dalam rahim ini yang sekarang sudah berumur 10 minggu.

Pagi itu memang saya sedang merasa tidak enak badan, seperti pagi-pagi sebelumnya juga, hanya saat itu ditambah dengan sakit kepala yang begitu berat, tepatnya terasa sekali di bagian ubun-ubun. Badan juga terasa sangat lemas, bagaimana tidak, malam itu saya tidak dapat tidur dengan nyenyak dan tenang.

Syukurlah Alloh menolong hamba-Nya yang sedang kesakitan ini dengan mendatangkan para nurse tersebut dengan tiba-tiba. Awalnya memang suami yang bertemu dan mempersilakan masuk, sebab saya berganti pakaian dulu. Sesaat kemudian baru saya keluar menemui mereka. Lalu saya disuruh cek air kencing dengan menggunakan test pack, hasilnya maseh positif. Kemudian giliran tensi darah, kalau sebelumnya yaitu tanggal 15 September, saat saya datang ke klinik Bukit Jambul tempat para nurse tersebut praktik, tensi saya sangat rendah, dengan hitungan 90/70, saat itu saya juga diberi obat untuk perkembangan otak baby dan vitamin, juga penambah nafsu makan, kini tensi saya naik menjadi 100/70.

Ya, pantaslah kalau tensi saya rendah, sebab memang susah makan. Kata nurse, memang begitu di awal kehamilan, banyak cobaan, jadi harus lebih hati-hati dan semangat. Saya diharuskan makan sayur, nasi, susu juga buah yang banyak. Okay, saya kini menjalaninya, meski tidak secara langsung, sebab harus bertahap. Perut ini tidak mau kalau dipaksakan makan jika sedang tidak berselera, bisa-bisa keluar.

Para nurse itu tidak lama berada di rumah, sesaat setelah pemeriksaan selesai dan kami sedikit berbincang, merekapun mohon diri. Lega rasanya, sebab kondisi tubuh sudah jelas dalam keadaan baik, hanya tensi saja yang kurang. Tapi that’s all okay.

Saya dan suami sempat berbincang mengenai pelayanan tersebut. Padahal setahu saya dan suami, di Indonesia tidak ada pelayanan semacam itu. Kalaupun ada nurse yang datang ke rumah, itu karena diminta, dan lagi juga pastinya tidak gratis. Palahan kata nurse kemarin, besok setelah melahirkan mereka juga akan datang setiap hari untuk mengontrol ibu dan bayinya. Pastinya saya dan suami senang mendengarnya. Do’a kami semoga segalanya berjalan lancar. Amin.