Penang, 25 September ‘08
Kurang lebih seminggu lagi lebaran, saya mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan kenikmatan hidup dan umur panjang. Meskipun lebaran kali ini kami di negeri orang, tapi itu tidak membuat kami bersedih hati, pasalnya kami diberi keindahan lain oleh Allah, yaitu menjalani lebaran ini bersama anak dalam rahim saya. Kalau tahun lalu kami berdua, sekarang kami bertiga meski dia belum menikmati udara bumi, tapi kami merasakan kehadirannya.
Jangan pernah berkata kalau Allah tidak adil, sebab Dia tahu mana yang terbaik untuk umat-Nya. Rezeki yang Dia berikan pada kami ini sangat besar dan sangat berarti bagi kami. Do’a kami terkabulkan saat pernikahan kami memasuki usia 2,5 tahun. Cukup lama bukan? Pastinya saat-saat itu saya sangat takut tidak dapat memiliki keturunan, tapi suami selalu memberikan semangat dan yakin kalau kami akan memilikinya, sebab dalam sejarah keluarga kami tidak ada yang tidak memiliki keturunan. Bahkan anak nenek kami banyak, ibu kamipun tidak hanya memiliki 1 anak tapi lebih. Jadi apa yang harus saya risaukan? Apalagi kondisi kesehatan kami baik-baik saja. Menurut suami, tidak ada halangan untuk kami punya anak, hanya kami harus bersabar, sebab Allah yang menentukan saatnya.
Benar apa kata suami, mungkin bagi Allah sekarang ini waktu yang sangat tepat untuk kami memiliki anak. Sekarang kehamilan saya sudah berumur 3bulan, perut ini mulai agak membesar, meski belum sangat nampak jika dilihat dari luar baju saya. Hanya pada bagian pinggang celana saya mulai terasa sesak. Bahkan ibu saya penasaran ingin melihat saya saat hamil. Ibu minta dikirim foto saya saat hamil. Ya maklumlah, inikan cucu pertamanya, pastinya beliau sangat bahagia. Keluarga kami memang heboh dengan apa saja yang kami alami. Bahkan kami seakan “artis“ dalam keluarga, sebab semua ingin tahu tentang kami. Ya, pastinya kami sangat bersyukur, sebab memiliki keluarga yang mendukung dan sangat sayang. Mulai dari keluarga saya di Jogja, Semarang hingga keluarga suami di Madura. Bahkan suami sempat iri, sebab setiap dia telfon ibunya, yang pertama ditanyakan ibu adalah kondisi saya,hehe?
Bagi kami, lebaran kali ini memberikan kenikmatan yang hakiki, meskipun jauh dari orang tua dan saudara-saudara kami. Tapi tidak mengapa, sebab nanti saat anak kami sudah cukup usia untuk naik pesawat, kami akan membawanya pada komunitas yang penuh dengan kasih sayang, yaitu keluarga kami. Anak kami memiliki banyak eyang, di Jogja ada Datuk ama Datin, di Semarang ada Oma ama Opa juga eyang buyut kakung dan uti, bedanya kalau di Madura hanya ada embah uti-nya sebab bapak suami sudah meniggal. Belum lagi uncle ama tante-nya yang super banyak dan pastinya heboh semua tanpa kecuali, di Jogja ada tante Hanny dan Ana juga uncle Sultan dan Gamma, di Semarang ada uncle Ipank, W-one, dan Denny juga tante kecilnya, Silvy. Dan di Madura, dia punya (Bu-dhe Nur, Pak-dhe Zain) (uncle Syarif dan tante Naf’ah). Oya, si baby ini juga punya kakak sepupu, keponakan suami yang setakat ini baru simanja ini seorang, anak mbak kami, mbak Nur, Dini Syahadatina namanya.
Senang memang kalau ngomongin keluarga, meski efeknya jadi makin kangen?he..he..? I love u all.. emmmmmuuuuaaaacccchhhh….!
Minal A’idzin wal Fa’idzin, Mohon maaf lahir dan batin.
Ya, semoga si kecil itu kembali ke dunia ‘orang tuanya’ agar kelak pohon itu kuat akarnya.
Comment by masahmad 09.27.08 @ 12:55 amLeave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>