Filed under: Uncategorized
Kontrol Dadakan
Pada tanggal 18 September 2008 yang lalu, kami kedatangan tamu. Kehadiran mereka benar-benar tidak kami duga, 3 orang nurse dengan berpakaian lengkap kebesaran mereka, bersiap untuk mengontrol saya dan baby dalam rahim ini yang sekarang sudah berumur 10 minggu.
Pagi itu memang saya sedang merasa tidak enak badan, seperti pagi-pagi sebelumnya juga, hanya saat itu ditambah dengan sakit kepala yang begitu berat, tepatnya terasa sekali di bagian ubun-ubun. Badan juga terasa sangat lemas, bagaimana tidak, malam itu saya tidak dapat tidur dengan nyenyak dan tenang.
Syukurlah Alloh menolong hamba-Nya yang sedang kesakitan ini dengan mendatangkan para nurse tersebut dengan tiba-tiba. Awalnya memang suami yang bertemu dan mempersilakan masuk, sebab saya berganti pakaian dulu. Sesaat kemudian baru saya keluar menemui mereka. Lalu saya disuruh cek air kencing dengan menggunakan test pack, hasilnya maseh positif. Kemudian giliran tensi darah, kalau sebelumnya yaitu tanggal 15 September, saat saya datang ke klinik Bukit Jambul tempat para nurse tersebut praktik, tensi saya sangat rendah, dengan hitungan 90/70, saat itu saya juga diberi obat untuk perkembangan otak baby dan vitamin, juga penambah nafsu makan, kini tensi saya naik menjadi 100/70.
Ya, pantaslah kalau tensi saya rendah, sebab memang susah makan. Kata nurse, memang begitu di awal kehamilan, banyak cobaan, jadi harus lebih hati-hati dan semangat. Saya diharuskan makan sayur, nasi, susu juga buah yang banyak. Okay, saya kini menjalaninya, meski tidak secara langsung, sebab harus bertahap. Perut ini tidak mau kalau dipaksakan makan jika sedang tidak berselera, bisa-bisa keluar.
Para nurse itu tidak lama berada di rumah, sesaat setelah pemeriksaan selesai dan kami sedikit berbincang, merekapun mohon diri. Lega rasanya, sebab kondisi tubuh sudah jelas dalam keadaan baik, hanya tensi saja yang kurang. Tapi that’s all okay.
Saya dan suami sempat berbincang mengenai pelayanan tersebut. Padahal setahu saya dan suami, di Indonesia tidak ada pelayanan semacam itu. Kalaupun ada nurse yang datang ke rumah, itu karena diminta, dan lagi juga pastinya tidak gratis. Palahan kata nurse kemarin, besok setelah melahirkan mereka juga akan datang setiap hari untuk mengontrol ibu dan bayinya. Pastinya saya dan suami senang mendengarnya. Do’a kami semoga segalanya berjalan lancar. Amin.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>